Imam al-Baihaqi rohimahulloh, periwayat hadis ulung itu, dikisahkan dimasa paruh-bayanya, terkena penyakit tumor, kemudian seorang tabib memutuskan untuk memotong semua jari-jemarinya, tetapi keadaan ini tak menyulutkan ia berhenti menulis, ia kemudian mulai latihan menggunakan jari kakinya, demikianlah sampai ia bisa menghimpun tulisan kurang lebih 384.000 lembar tulisan. Ketika ia ditanya seorang sahabatnya, "Apa yang melatarbelakangi semangatnya menulis? Ia menjawab, sebagaimana hadis Nabi: Barangsiapa yang bershalawat sekali kepadaku, maka Para malaikat akan menshalawatkan padanya 10 kalilipat, demikian bagi orang yang membuat saudaranya bershalawat...dengan menulis saya berharap setip pembaca tergerak untuk bershalawat ... ," tutur as-Sam’ani. (at-Tahbir fil Mu’jam Kabir 1/223)
Syekh Ali Jum'ah berkata: Tujuan utama kita mempelajari atau mengkaji ilmu, pemikiran, dan semua yang dilahirkan oleh para ulama sebelum kita (turats), bukan hanya untuk sekedar menghafal dan mengulangnya saja, hingga perjalanan ilmu ini terhenti pada kita. Namun tujuan utama kita mengkaji turats adalah untuk mendapatkan serta menyerap metodologi, kaidah, dan alat-alat yang ada pada khazanah turats ini. Agar kita mampu melanjutkan perjalanan dan bangunan ilmu mereka. Kami tekankan lagi bahwa metode dan cara pikir, merupakan hal utama yang harus kita ambil dari turats ini. Kita tidak harus terlalu fokus mendalami detail permasalahan-permasalahan yang mereka bahas. Namun kita harus mengerti cara mereka berpikir, demi kebaikan zaman mereka. Hal ini akan mengantarkan kita kepada: 1. Sumber (dalil) penelitian, 2. Tata cara penelitian, 3. Kriteria seorang peneliti. Inilah yang kemudian dijadikan metodologi ilmiah modern oleh Roger Bacon. Padahal sebenarnya 3 hal ini merupakan uns...
Komentar
Posting Komentar
Terimakasih untuk komentar anda