Langsung ke konten utama

Tipe Shalat menurut Al-Qur'an

Assalamu'alaykum wr.wb.

Apa kabar sahabat2 yg dirahmati Allah?

Ada bbrp tipe shalat dlm Qur'an. Masing2 kita bisa lihat dan koreksi sendiri, di mana posisi kita dlm mlkk shalat.

1. Shalat mabuk (shalaatihim syukaara).

"Hai orang-orang yang beriman, janganlah kamu shalat, sedang kamu dalam keadaan mabuk, sehingga kamu mengerti apa yang kamu ucapkan." (Q. An-Nisa' 4: 43).

Allah melarang orang dalam keadaan mabuk melakukan shalat.  Ketika mabuk org tidak mengerti apa yg ia ucapkan. Jika ayat ini kita jadikan pelajaran dan hikmah, kita harus intropeksi diri. Tanya diri sendiri, apakah kita sdh mengetahui arti bacaan shalat, apakah sdh paham. Jika blm segeralah kita belajar ulang.

2. Shalat Malas (shalaatihim kusaala)

"Sesungguhnya orang2 munafik itu menipu Allah, dan Allah akan membalas tipuan mereka. Dan apabila mereka berdiri untuk shalat, mereka berdiri dengan malas. Mereka bermaksud riya (dg shalat) di hadapan manusia. Dan tidaklah mereka menyebut Allah kecuali sedikit sekali." (Q. An-Nisa 4: 143).

3. Shalat Lalai (shalaatihim saahuun)

"Maka kecelakaanlah  bagi orang2 yg shalat, yaitu org2 yg lalai dari shalatnya." (Q. Al-Ma'un 107: 4-5).

Lalai dlm arti sempit, adalah hati dan jiwa, lalai dari shalat. Jiwa tdk merasakan shalat pd saat badan melaksanakan shalat. Pikirannya ke mana-mana. Misalnya yang waktu sebelum shalat lupa, bisa ingat ketika dalam shalat, dsb.

Lalai dlm arti luas adalah, shalat yg kita lkk tdk mempengaruhi perilaku kita menjadi lebih baik. Tetap saja, suka bohong, melkk zina, korupsi, tidak adil, main judi, curang dlm berdagang, menjebak org menjebol ATM, dsb.

4. Shalat Khusyuk (shalaatihim khaasiun)

"Sesungguhnya beruntunglah orang2 yg beriman, yaitu orang2 yg khusyuk dalam shalatnya." (Q. Al-Mu'minuun 23: 1-2).

"Dan mintalah pertolongan (kepada Allah) dengan sabar dan (mengerjakan) shalat. Dan sesungguhnya yg demikian itu sungguh berat, kecuali bagi orang2 yg khusyuk, (yaitu), orang2 yg meyakini bahwa mereka akan menemui Tuhannya, dan bahwa mereka akan kembali kepada-Nya." ( Q. Al-Baqarah 2: 45-46).

Orang yg beruntung adalah org yg shalatnya khusyuk. Artinya, ketika shalat jiwanya betul2 melakukan shalat. Shalatnya dilkk dg jiwa dan raga.

5. Shalat Terpelihara (shalaatihim
yuhaafizhuun)

"Dan orang2 yg memelihara shalatnya. Mereka itu (kekal ) di surga lagi dimuliakan." (Q. Al-Ma'arij 70: 34-35).

Orang2 yg telah melakukan shalat dg jiwa dan raga, mrk akan terus berusaha memelihara dan meningkat kan kualitasnya, smp akhir hayat.

6. Shalat Teraplikasi (shalaatihim daaimuun).

"Yang mereka itu tetap mengerjakan shalatnya." (Q. Al-Ma'arij 70: 23).

"Kamu lihat mereka ruku' dan sujud mencari karunia Allah dan keridhaan-Nya, tanda2 mereka tampak pada muka mereka dari bekas sujud...." (Q. Al-Fath 48: 29).

Maksud 'tanda2 sujud', adalah shalat dan sujud mereka membentuk prilaku mulia, akhlak atau katakter mulia dalam kehidupan sehari-hari.

"Sesungguhnya Kami telah menyucikan mereka dengan (menganugerahkan kpd mrk) akhlaq yg tinggi, yaitu sll mengingatkan (manusia) kepada negeri akhirat." (Q. Shaad 38: 46).

"Dan sesungguhnya bagi kamu benar2 pahala yg besar yg tidak ada putus2nya. Dan sesungguhnya kamu benar-benar berbudi pekerti yang agung." (Q. Al-Qalam 68: 3-4).

Mereka yg telah melaksanakan 'shalat daim', yaitu org2 yg tergolong istiqamah, dan memiliki akhlaq mulia, yaitu akhlaq Rasulullah s.a.w., shalatnya adl bagian dr kehidupannya sehari-hari. Kehidupannya adl shalatnya, sebaliknya shalatnya adl kehidupannya. Merekalah orang2 'shaalihiin yang mulia di hadapan Tuhannya'.

Wassalam.

Komentar

Postingan populer dari blog ini

TURATS

Syekh Ali Jum'ah berkata: Tujuan utama kita mempelajari atau mengkaji ilmu, pemikiran, dan semua yang dilahirkan oleh para ulama sebelum kita (turats), bukan hanya untuk sekedar menghafal dan mengulangnya saja, hingga perjalanan ilmu ini terhenti pada kita. Namun tujuan utama kita mengkaji turats adalah untuk mendapatkan serta menyerap metodologi, kaidah, dan alat-alat yang ada pada khazanah turats ini. Agar kita mampu melanjutkan perjalanan dan bangunan ilmu mereka. Kami tekankan lagi bahwa metode dan cara pikir, merupakan hal utama yang harus kita ambil dari turats ini. Kita tidak harus terlalu fokus mendalami detail permasalahan-permasalahan yang mereka bahas. Namun kita harus mengerti cara mereka berpikir, demi kebaikan zaman mereka. Hal ini akan mengantarkan kita kepada: 1. Sumber (dalil) penelitian, 2. Tata cara penelitian, 3. Kriteria seorang peneliti. Inilah yang kemudian dijadikan metodologi ilmiah modern oleh Roger Bacon. Padahal sebenarnya 3 hal ini merupakan uns...

Pacar sewaan

Hebat ya masa kini,  hanya satu jam bagi pemula saja bisa menghasilkan 500.000. Apalagi yang expert,  rate nya Kisaran 25.000.000 per jam Hanya dengan menjadi PACAR SEWAAN Begitu mudah ya menghasilkan uang dgn modal KEBOHONGAN.  Lalu dimana karamah,  izzatul nafsi,  ash shidqi, al amanah, halal haram?  Bukankah bohong itu harus ditebus dengan kaffarah?  Bukankah rasulullah saw bersabda لا تكذب " jangan sekali Kali kamu berbohong" ?  Bukan hanya karena PACAR SEWAAN itu sedang marak,  trendy,  dan sgt menjanjikan penghasilan yg melimpah per hari,  lantas kita boleh gunakan sebagai alat berniaga.  Islam sudah jelas mengatur kehidupan ummatnya.  Masih banyak perkerjaan lain walau penghasilan nya minim dibandingkan PACAR SEWAAN tapi di mata Allah sungguh mulia dan di ridhai.  Ada yg berpendapat bahwa itu sama saja dgn biro jodoh,  ada juga yg melihat nya dr kacamata plus mi...

Manfaat Mempelajari Ekonomi Islam

BAB I PENDAHULUAN A. Latar Belakang Ekonomi  Syariah  merupakan  ilmu   pengetahuan  social   yang  mempelajari       masalah-masalah ekonomi rakyat yang di ilhami oleh  nilai-nilai  islam.  Ekonomi                syariah   berbeda   dari  kapitalisme,  sosialisme,  maupun   negara   kesejahteraan       (Welfare State).  Berbeda dari  kapitalisme  karena  Islam  menentang  eksploitasi        oleh  pemilik  modal  terhadap  buruh  yang  miskin,  dan  melarang  penumpukan       kekayaan.  Selain  itu,  ekonomi  dalam   kaca  mata  Islam   merupakan   tuntutan ...