Langsung ke konten utama

Lukman

Pada Suatu hari Lukman Hakim diminta majikannya untuk menyembelih kambing supaya memberikan bagian tubuh terbaik dr kambing itu. Maka dia persembahkan hati dan lidah kambing itu.

Dalam kesempatan lain, majikannya memintanya menyembelih kambing agar memberikan bagian yg paling buruk. Maka Lukman memberikan hati dan lidah pula.

Sang majikan bertanya kepada Lukman, "kenapa selalu memberikan hati dan lidah kambing". Lukman menjelaskan, "hati dan lidah yg baik akan menjadikan seluruh tubuh baik. Namun bila hati dan lidah buruk, seluruh tubuh menjadi buruk. Tak ada seindah perangai seseorang melebihi bersih hati nurani dan tutur sapa lidahnya. Tak ada seburuk perilaku seseorang melebihi  kotor hati dan kejahatan lidah".

Lukman mendapatkan al-hikmah dari Allah, yaitu anugerah yg padu di antara al-ilm (ilmu), al-fahm (pemahaman), dan al-ta'bir (pengungkapan). Lukman dimerdekakan dan menjadi hamba Allah yg sangat mulia, sehingga diabadikan namanya dalam al-Quran.

Semoga kita dapat meneladani keberaihan hati dan kesopanan  bertutur kata, sehingga kita mendapatkan anugerah, rahmat, dan maghfirah-Nya. Amin

Komentar

Postingan populer dari blog ini

TURATS

Syekh Ali Jum'ah berkata: Tujuan utama kita mempelajari atau mengkaji ilmu, pemikiran, dan semua yang dilahirkan oleh para ulama sebelum kita (turats), bukan hanya untuk sekedar menghafal dan mengulangnya saja, hingga perjalanan ilmu ini terhenti pada kita. Namun tujuan utama kita mengkaji turats adalah untuk mendapatkan serta menyerap metodologi, kaidah, dan alat-alat yang ada pada khazanah turats ini. Agar kita mampu melanjutkan perjalanan dan bangunan ilmu mereka. Kami tekankan lagi bahwa metode dan cara pikir, merupakan hal utama yang harus kita ambil dari turats ini. Kita tidak harus terlalu fokus mendalami detail permasalahan-permasalahan yang mereka bahas. Namun kita harus mengerti cara mereka berpikir, demi kebaikan zaman mereka. Hal ini akan mengantarkan kita kepada: 1. Sumber (dalil) penelitian, 2. Tata cara penelitian, 3. Kriteria seorang peneliti. Inilah yang kemudian dijadikan metodologi ilmiah modern oleh Roger Bacon. Padahal sebenarnya 3 hal ini merupakan uns...

Istana Fakir Miskin

Pada tahun 1174 M, yaitu pada masa pemerintahan khalifah Nuruddin az-Zinky, dimana beliau terkenal dengan langkah-langkahnya yang teramat lembut dan bijaksana... Beliau memikirkan hal ihwal fakir miskin yang sangat membutuhkan kesegaran jasmani dan rohani, dimana mereka akan tertekan secara rohani bila melihat saudara muslimin yang kaya sedang jalan-jalan dan menghabiskan uang untuk hal-hal yang tidak bermanfaat , sedangkan mereka teramat membutuhkan hal demikian. Akhirnya sang khalifah romantis ini, memutuskan untuk membangun Istana yang dikhususkan untuk fakir miskin, dimana terdapat didalamnya taman luas dihiasa tanaman bunga, kolam pemancingan, tempat yang disediakan khusus memanah, tempat untuk berkuda, dan tempat bermain untuk anak-anak. Dalam istana tersebut, beliau membangun segala macam rekreasi yang mungkin dirindukan oleh para fakir miskin. Modal pembangunan istana tersebut dari hasil keuntungan negara yang tersisa setelah perencanaan pembangunan dsb. Setelah selesai pe...

Pola Pertanyaan 2

Pola/cara/uslub/thariqah ini digunakan untuk memilih antara dua hal "MANA YANG..". Dalam cara ini pengungkapan pertanyaan bersifat mu-annats (Pr) Qaidahnya sebagai berikut:  أي + مثنى .... أم  Contoh penggunaan dalam kalimat :  أينا تحب أنا أم هي؟ Mana yg kamu cintai, aku atau dia? أيهما أحب إليك العربية أم الإنجليزية؟ Mana yang lebih kamu sukai, bahasa Arab atau bahasa Inggris? أي الصورتين هي هذه أم تلك؟ Yang mana foto dia, ini atau itu? أي الموعدين أفضل اليوم أو غدا؟ Mana waktu yang lebib pas, hari ini atau besok? Sekian, wa al hamdulillah