Langsung ke konten utama

DUNIA INI RENDAH


Islam mengajarkan kepada pemeluknya untuk tidak menjadikan dunia sebagai dambaan melebihi dambaan akhirat dengan alasan bahwa dunia itu rendah lagi sementara. Hal ini jelas bukti kasih sayang Allah Tabaraka wa Ta'ala kepada hamba-Nya, supaya tidak terjerumus kepada cinta semu, cinta dunia yang akan mengakibatkan penyesalan di akhirat kelak, yakni siksa api neraka.

PERTAMA: Harga dunia itu lebih murah daripada 1 sayap nyamuk.

Nabi shallallahu 'alaihi wasallam telah bersabda :

لَوْ كَانَتْ الدُّنْيَا تَعْدِلُ عِنْدَ اللهِ جَنَاحَ بَعُوضَةٍ مَا سَقَى كَافِرًا مِنْهَا شَرْبَةَ مَاءٍ

“Seandainya nilai dunia di sisi Allah setara dengan 1 sayap nyamuk niscaya Allah tidak akan memberi minum kepada orang kafir 1 teguk air pun.” (HR. At-Tirmidzi No. 2242)

KEDUA: Permisalan akhirat dan dunia itu ibarat, laut dengan air yang menempel di ujung telunjuk.

Rasulullah Shallallahu ‘alaihi wa sallambersabda:

مَا الدُّنْيَا فِي الْآخِرَةِ إِلَّا مِثْلُ مَا يَجْعَلُ أَحَدُكُمْ إِصْبَعَهُ هَذِهِ (وَأَشَارَ يَحْيَى بِالسَّبَّابَةِ) فِي الْيَمِّ فَلْيَنْظُرْ بِمَ تَرْجِعُ

“Tidaklah dunia apabila dibandingkan dengan akhirat melainkan seperti salah seorang di antara kalian mencelupkan jarinya ini (salah seorang perawi hadits yaitu Yahya mengisyaratkan dengan jari telunjuknya) ke dalam laut, maka lihatlah kepada air yang masih menempel di jari.” (HR. Muslim No. 5101)

KETIGA : Bangkai anak kambing pun lebih mahal daripada dunia.

Suatu ketika Rasulullah Shallallahu ‘alaihi wa sallam masuk ke dalam pasar dengan diiringi oleh para sahabat. Tiba-tiba mereka melihat seonggok bangkai anak kambing yang cacat yaitu tidak punya dua telinga.

Kemudian Rasulullah Shallallahu ‘alaihi wa sallam mengatakan kepada para sahabat,
“Siapakah diantara kalian yang mau membeli bangkai ini seharga 1 dirham ?.”
Maka para sahabat menjawab, “Kami tidak mau membelinya berapa pun harganya, dan apa yang bisa kita manfaatkan ?”
Rasulullah Shallallahu ‘alaihi wa sallam mengatakan, “Apakah kalian mau bangkai ini milik kalian ?”
Para sahabat berkata, “Tidak mau.”
Rasulullah Shallallahu ‘alaihi wa sallam mengulang ucapan ini sebanyak tiga (3) kali.
Para sahabat berkata, “Tidak Demi Allah, kalau seandainya anak kambing tersebut hidup itu pun cacat yaitu tidak punya 2 telinga. Maka bagaimana kalau sudah menjadi bangkai ?”
Rasulullah Shallallahu ‘alaihi wa sallam bersabda, “Maka Demi Allah, sesungguhnya dunia lebih hina di sisi Allah atas kalian daripada bangkai ini.”
(HR. Muslim No. 5257)

KEEMPAT : Tempat cambuk di surga itu lebih baik dari dunia dan segala isinya.

Rasulullah Shallallahu ‘alaihi wa sallam bersabda:

وَمَوْضِعُ سَوْطِ أَحَدِكُمْ مِنْ الْجَنَّةِ خَيْرٌ مِنْ الدُّنْيَا وَمَا عَلَيْهَا

“Dan tempat cambuk salah seorang diantara kalian dari surga adalah lebih baik daripada dunia dan seisinya.” (HR. Al-Bukhari No. 2678)

KELIMA : Kemiskinan bukan hal yang dikhawatirkan Nabi, tapi ...

Rasulullah Shallallahu ‘alaihi wa sallam bersabda:

فَوَاللهِ مَا الْفَقْرَ أَخْشَى عَلَيْكُمْ وَلَكِنِّي أَخْشَى أَنْ تُبْسَطَ عَلَيْكُمْ الدُّنْيَا كَمَا بُسِطَتْ عَلَى مَنْ كَانَ قَبْلَكُمْ

“Maka Demi Allah, bukanlah kemiskinan yang aku khawatirkan saat menimpa kalian, akan tetapi yang aku khawatirkan adalah dibukakannya dunia kepada kalian sebagaimana dunia telah dibukakan kepada orang-orang sebelum kalian.” (HR. Al-Bukhari No. 3712 dan Muslim No. 5261)

KEENAM : Kesengsaraan dunia bagi ahli surga adalah lebih baik dibandingkan kenikmatan dunia bagi ahli neraka.

Rasulullah Shallallahu ‘alaihi wa sallam bersabda:

يُؤْتَى بِأَنْعَمِ أَهْلِ الدُّنْيَا مِنْ أَهْلِ النَّارِ يَوْمَ الْقِيَامَةِ فَيُصْبَغُ فِي النَّارِ صَبْغَةً ثُمَّ يُقَالُ يَا ابْنَ آدَمَ هَلْ رَأَيْتَ خَيْرًا قَطُّ هَلْ مَرَّ بِكَ نَعِيمٌ قَطُّ فَيَقُولُ لَا وَاللهِ يَا رَبِّ وَيُؤْتَى بِأَشَدِّ النَّاسِ بُؤْسًا فِي الدُّنْيَا مِنْ أَهْلِ الْجَنَّةِ فَيُصْبَغُ صَبْغَةً فِي الْجَنَّةِ فَيُقَالُ لَهُ يَا ابْنَ آدَمَ هَلْ رَأَيْتَ بُؤْسًا قَطُّ هَلْ مَرَّ بِكَ شِدَّةٌ قَطُّ فَيَقُولُ لَا وَاللهِ يَا رَبِّ مَا مَرَّ بِي بُؤْسٌ قَطُّ وَلَا رَأَيْتُ شِدَّةً قَطُّ

“Pada hari kiamat nanti akan didatangkan seorang ahli dunia yang telah mendapatkan kenikmatan dunia dari kalangan penduduk neraka kemudian dia dicelupkan ke dalam neraka dengan satu celupan, dan dikatakan kepadanya, “Wahai anak adam, apakah engkau pernah melihat sedikit kebaikan? Apakah engkau pernah merasakan sedikit kenikmatan?”. Maka dia menjawab, “Tidak – demi Allah – wahai Rabbku”. Dan didatangkan seorang yang keadaannya paling sengsara ketika hidup di dunia dari kalangan penduduk surga kemudian dia dicelupkan ke dalam surga dengan satu celupan, dan dikatakan kepadanya, “Wahai anak adam, apakah engkau pernah melihat sedikit kesengsaraan? Apakah engkau pernah merasakan sedikit penderitaan?”. Maka dia menjawab, “Tidak –demi Allah– wahai Rabbku, aku tidak pernah merasakan penderitaan sedikitpun dan aku tidak melihat kesengsaraan sedikit pun.” (HR. Muslim No. 5021)

KETUJUH: Dunia adalah penjara bagi muslim, surga bagi orang kafir.

Rasulullah Shallallahu ‘alaihi wa sallam bersabda:

الدُّنْيَا سِجْنُ الْمُؤْمِنِ وَجَنَّةُ الْكَافِرِ

“Dunia adalah penjara bagi orang mukmin dan surga bagi orang kafir.” (HR. Muslim 5256)

KEDELAPAN : Hamba dunia adalah golongan manusia yang celaka.

Rasulullah Shallallahu ‘alaihi wa sallam bersabda:

تَعِسَ عَبْدُ الدِّينَارِ وَالدِّرْهَمِ وَالْقَطِيفَةِ وَالْخَمِيصَةِ إِنْ أُعْطِيَ رَضِيَ وَإِنْ لَمْ يُعْطَ لَمْ يَرْضَ

“Celakalah hamba dinar, dirham, sutera dan pakaian. Jika diberi (karunia dunia) ridha dan jika tidak diberi tidak ridha (kepada Allah)” (HR. Al-Bukhari No. 5955)

Semoga Bermanfaat ! Baarakallahu fikum..

Nahrawi Center

Komentar

Postingan populer dari blog ini

TURATS

Syekh Ali Jum'ah berkata: Tujuan utama kita mempelajari atau mengkaji ilmu, pemikiran, dan semua yang dilahirkan oleh para ulama sebelum kita (turats), bukan hanya untuk sekedar menghafal dan mengulangnya saja, hingga perjalanan ilmu ini terhenti pada kita. Namun tujuan utama kita mengkaji turats adalah untuk mendapatkan serta menyerap metodologi, kaidah, dan alat-alat yang ada pada khazanah turats ini. Agar kita mampu melanjutkan perjalanan dan bangunan ilmu mereka. Kami tekankan lagi bahwa metode dan cara pikir, merupakan hal utama yang harus kita ambil dari turats ini. Kita tidak harus terlalu fokus mendalami detail permasalahan-permasalahan yang mereka bahas. Namun kita harus mengerti cara mereka berpikir, demi kebaikan zaman mereka. Hal ini akan mengantarkan kita kepada: 1. Sumber (dalil) penelitian, 2. Tata cara penelitian, 3. Kriteria seorang peneliti. Inilah yang kemudian dijadikan metodologi ilmiah modern oleh Roger Bacon. Padahal sebenarnya 3 hal ini merupakan uns...

Ekonomi Islam= Ekonomi Sederhana

Pilar utama ekonomi yang disebutkan Tuhan dalam firman-Nya, yaitu jual-beli, mengindikasikan kesederhanaan bentuk sistem ekonomi dalam Islam. Jual-beli menjadi pedoman atau referensi pengembangan ekonomi dengan semua aktifitasnya. Jual-beli bahkan harus menjadi acuan atau ukuran dalam menilai konsistensi ekonomi dalam menjalankan prinsip-prinsip Islam. Jual-beli menjadikan warna ekonomi begitu sederhana. Bahwa ekonomi harus bermuara pada aktifitas jual-beli, termasuk aktifitas pendukung ekonomi di sektor keuangan; investasi, menjadikan ekonomi tidak rumit dan kompleks. Bagi  yang tidak suka berpikir rumit, mengenali transaksi ekonomi Islam mudah saja, lihat akhir transaksi, apakah ada jual-beli di ujung aktifitasnya. Kompleksitas terjadi di perekonomian modern, karena ekonomi tidak concern terhadap underlying transaksi ekonomi. Ekonomi modern hanya memperhatikan prosesi-prosesi dan outlet-oulet "how make money more money". Akhirnya menggunakan konsep bunga dan spekulasi ino...

Hak seorang istri

Sesungguhnya Islam adalah agama yang adil, mulia dan menyamakan hak. Islam telah menjamin hak para wanita, sebagaimana dia menetapkan padanya beberapa kewajiban. Dan Allah telah 'Azza Wajalla telah menentukan bagi suami dan istri hak dan kewajiban masing-masing. Allah Subhanahu Wata'ala berfirman : “Dan para wanita mempunyai hak yang seimbang dengan kewajibannya menurut cara yang ma'ruf”. (Albaqarah : 228) Diantara hak-hak istri pada suaminya adalah sebagai berikut : 1. Ridho istri terhadap suaminya Seorang gadis berhak untuk melihat orang yang datang melamarnya. Diantara haknya juga adalah menerima atau menolak. Jika ia janda, ia tetap mendapatkan hak ini juga. Sebagaimana sabda Rasulullah Sallallahu 'Alahi Wasallam : “Tidak boleh menikahkan seorang janda hingga ia diminta persetujuannya dan tidak boleh dinikahkan seorang gadis hingga diminta izinnya. Mereka bertanya : “ Ya Rasulullah, bagaimana izinnya? Rasulullah menjawab : “ Dia diam”. (HR.Bu...