Langsung ke konten utama

TANYAKAN TUHANMU MENGENAI AKU


Sahabatku, 

"Bila nanti kalian tidak melihat aku di surga, tolong tanyakan  Allah di mana aku, tolonglah aku ketika itu..dan jemputlah aku dari tempat yang Allah tentukan."

Pesan senada pernah disampaikan oleh seorang Ibnu Jauzi, yang berkata pada sahabatnya sambil menangis :

"Jika kalian tidak menemui aku di surga bersama kalian, maka tolonglah tanyakan Allah tentang aku"

'Wahai Rabb kami, si fulan sewaktu di dunia selalu mengingatkan kami tentang Engkau, maka masukkanlah dia bersama kami di surga"

Pesanku kepada sahabat-sahabatku  dan pesan Ibnu Jauzi berdasarkan sebuah hadits :

"Apabila penghuni surga telah masuk ke dalam surga lalu mereka tidak menemukan sahabat-sahabat mereka yang selalu bersama mereka dahulu di dunia, maka mereka pun bertanya kepada Allah :

'Ya Rabb !! kami tidak melihat sahabat-sahabat kami yang sewaktu di dunia shalat bersama kami, puasa bersama kami dan berjuang bersama kami...'
Maka Allah berfirman, "Pergilah ke neraka, lalu keluarkanlah sahabat-sahabatmu yang di hatinya ada iman, walau hanya sebesar zarrah".

(Ibnu Mubarak dalam kitab Az Zuhd)

Sahabatku,
Dalam bersahabat, pilih lah mereka yang bisa membantu kita, bukan hanya  di dunia, tetapi juga hingga akhirat.

Carilah sahabat yang senantiasa berbuat amal shaleh,  shalat berjamaah, berpuasa dan sentiasa berpesan agar meningkatkan keimanan, tidak bergunjing, tidak sombong, tidak mementingkan diri sendiri, selalu mendoakan kita baik di depan atau di belakang kita, tidak bersikap munafik baik sama kita ataupun sama org lain, melaksanakan kewajiban muamalah sosialnya sebaik-baiknya, menunaikan hak org lain secepatnya, tidak melambat-lambatkan bayar hutang, tidak meremehkan orang lain baik keluarganya atau temannya, tidak bersikap angkuh dan sombong terhadap orang yang  berbuat baik kepadanya, selalu mendoakan orang yang berjasa dalam kehidupannya, selalu mengedepankan maslahah 'aamah, perbuatannya sesuai dgn perkataannya , serta berjuang untuk menegakkan agama Islam.

Teman yang bertakwa, dan menyayangi kita karena Allah, akan mencari kita untuk bersama ke surga...

Ayo...
berubah sekarang, kurangi waktu dengan orang yang hanya condong pada dunia, dan memiliki salah satu kebalikan dari sifat  di atas,  karena sungguh tiada guna bila mereka tidak mencari dan menanyakan Allah tentang kita. 

A. A. N

Komentar

Postingan populer dari blog ini

TURATS

Syekh Ali Jum'ah berkata: Tujuan utama kita mempelajari atau mengkaji ilmu, pemikiran, dan semua yang dilahirkan oleh para ulama sebelum kita (turats), bukan hanya untuk sekedar menghafal dan mengulangnya saja, hingga perjalanan ilmu ini terhenti pada kita. Namun tujuan utama kita mengkaji turats adalah untuk mendapatkan serta menyerap metodologi, kaidah, dan alat-alat yang ada pada khazanah turats ini. Agar kita mampu melanjutkan perjalanan dan bangunan ilmu mereka. Kami tekankan lagi bahwa metode dan cara pikir, merupakan hal utama yang harus kita ambil dari turats ini. Kita tidak harus terlalu fokus mendalami detail permasalahan-permasalahan yang mereka bahas. Namun kita harus mengerti cara mereka berpikir, demi kebaikan zaman mereka. Hal ini akan mengantarkan kita kepada: 1. Sumber (dalil) penelitian, 2. Tata cara penelitian, 3. Kriteria seorang peneliti. Inilah yang kemudian dijadikan metodologi ilmiah modern oleh Roger Bacon. Padahal sebenarnya 3 hal ini merupakan uns...

Istana Fakir Miskin

Pada tahun 1174 M, yaitu pada masa pemerintahan khalifah Nuruddin az-Zinky, dimana beliau terkenal dengan langkah-langkahnya yang teramat lembut dan bijaksana... Beliau memikirkan hal ihwal fakir miskin yang sangat membutuhkan kesegaran jasmani dan rohani, dimana mereka akan tertekan secara rohani bila melihat saudara muslimin yang kaya sedang jalan-jalan dan menghabiskan uang untuk hal-hal yang tidak bermanfaat , sedangkan mereka teramat membutuhkan hal demikian. Akhirnya sang khalifah romantis ini, memutuskan untuk membangun Istana yang dikhususkan untuk fakir miskin, dimana terdapat didalamnya taman luas dihiasa tanaman bunga, kolam pemancingan, tempat yang disediakan khusus memanah, tempat untuk berkuda, dan tempat bermain untuk anak-anak. Dalam istana tersebut, beliau membangun segala macam rekreasi yang mungkin dirindukan oleh para fakir miskin. Modal pembangunan istana tersebut dari hasil keuntungan negara yang tersisa setelah perencanaan pembangunan dsb. Setelah selesai pe...

Pola Pertanyaan 2

Pola/cara/uslub/thariqah ini digunakan untuk memilih antara dua hal "MANA YANG..". Dalam cara ini pengungkapan pertanyaan bersifat mu-annats (Pr) Qaidahnya sebagai berikut:  أي + مثنى .... أم  Contoh penggunaan dalam kalimat :  أينا تحب أنا أم هي؟ Mana yg kamu cintai, aku atau dia? أيهما أحب إليك العربية أم الإنجليزية؟ Mana yang lebih kamu sukai, bahasa Arab atau bahasa Inggris? أي الصورتين هي هذه أم تلك؟ Yang mana foto dia, ini atau itu? أي الموعدين أفضل اليوم أو غدا؟ Mana waktu yang lebib pas, hari ini atau besok? Sekian, wa al hamdulillah