Langsung ke konten utama

Puasa 1

Renungan Ramadhan

Sahabat,
Hidup ini seperti Tasbih, Berawal dan Berakhir di Titik yang Sama. Bukan Tasbih Kalau Hanya Satu Butir, Bukan Hidup Kalau Hanya Satu Rasa.

Kehidupan Akan Sempurna Jika Telah Melewati Serangkaian Butiran Suka dan Duka, Tawa dan Tangis, Kesuksesan dan Kegagalan, serta Pasang Surut Jalan Hidup.

Seperti Tasbih yang Melingkar, Hidup juga demikian, Kemanapun Pergi dan Berlari, Tetap Dalam Lingkaran Takdir NYA. Dari NYA Kita Hidup dan Kepada NYA Kita akan Kembali.

Imam Ibnu Athaillah menyatakan dalam hikamnya :

لا يكن تأخر أمد العطاء مع الإلحاح في الدعاء موجبا ليأسك، فهو ضمن لك الإجابة فيما يختاره لك لافيما تختاره لنفسك، وفي الوقت الذي يريد لا في الوقت الذي تريد

" Tertundanya pemberian setelah engkau mengulang-ulang permintaan, janganlah membuatmu berpatah harapan. Allah menjamin untuk mengabulkan permintaanmu sesuai dengan apa yang DIA pilih buatmu, bukan menurut apa yang engkau pilih sendiri, dan pada waktu yang DIA kehendaki, bukan pada waktu yang engkau inginkan "

Selamat menjalankan puasa sahabat. 
A.A.N

Komentar

Postingan populer dari blog ini

TURATS

Syekh Ali Jum'ah berkata: Tujuan utama kita mempelajari atau mengkaji ilmu, pemikiran, dan semua yang dilahirkan oleh para ulama sebelum kita (turats), bukan hanya untuk sekedar menghafal dan mengulangnya saja, hingga perjalanan ilmu ini terhenti pada kita. Namun tujuan utama kita mengkaji turats adalah untuk mendapatkan serta menyerap metodologi, kaidah, dan alat-alat yang ada pada khazanah turats ini. Agar kita mampu melanjutkan perjalanan dan bangunan ilmu mereka. Kami tekankan lagi bahwa metode dan cara pikir, merupakan hal utama yang harus kita ambil dari turats ini. Kita tidak harus terlalu fokus mendalami detail permasalahan-permasalahan yang mereka bahas. Namun kita harus mengerti cara mereka berpikir, demi kebaikan zaman mereka. Hal ini akan mengantarkan kita kepada: 1. Sumber (dalil) penelitian, 2. Tata cara penelitian, 3. Kriteria seorang peneliti. Inilah yang kemudian dijadikan metodologi ilmiah modern oleh Roger Bacon. Padahal sebenarnya 3 hal ini merupakan uns...

Ekonomi Islam= Ekonomi Sederhana

Pilar utama ekonomi yang disebutkan Tuhan dalam firman-Nya, yaitu jual-beli, mengindikasikan kesederhanaan bentuk sistem ekonomi dalam Islam. Jual-beli menjadi pedoman atau referensi pengembangan ekonomi dengan semua aktifitasnya. Jual-beli bahkan harus menjadi acuan atau ukuran dalam menilai konsistensi ekonomi dalam menjalankan prinsip-prinsip Islam. Jual-beli menjadikan warna ekonomi begitu sederhana. Bahwa ekonomi harus bermuara pada aktifitas jual-beli, termasuk aktifitas pendukung ekonomi di sektor keuangan; investasi, menjadikan ekonomi tidak rumit dan kompleks. Bagi  yang tidak suka berpikir rumit, mengenali transaksi ekonomi Islam mudah saja, lihat akhir transaksi, apakah ada jual-beli di ujung aktifitasnya. Kompleksitas terjadi di perekonomian modern, karena ekonomi tidak concern terhadap underlying transaksi ekonomi. Ekonomi modern hanya memperhatikan prosesi-prosesi dan outlet-oulet "how make money more money". Akhirnya menggunakan konsep bunga dan spekulasi ino...

Pola Pertanyaan 2

Pola/cara/uslub/thariqah ini digunakan untuk memilih antara dua hal "MANA YANG..". Dalam cara ini pengungkapan pertanyaan bersifat mu-annats (Pr) Qaidahnya sebagai berikut:  أي + مثنى .... أم  Contoh penggunaan dalam kalimat :  أينا تحب أنا أم هي؟ Mana yg kamu cintai, aku atau dia? أيهما أحب إليك العربية أم الإنجليزية؟ Mana yang lebih kamu sukai, bahasa Arab atau bahasa Inggris? أي الصورتين هي هذه أم تلك؟ Yang mana foto dia, ini atau itu? أي الموعدين أفضل اليوم أو غدا؟ Mana waktu yang lebib pas, hari ini atau besok? Sekian, wa al hamdulillah