Langsung ke konten utama

Puasa 2 Bosan

Renungan Ramadhan #2

sahabat, 
bosan diminta tolong terus, bosan diharapkan terus, bosan jadi tempat curhatan terus, bosan ditagih waktu terus, bosan ceritanya itu lagi itu lagi, bosan dia lagi dia lagi.... nah...... bukanlah ini sadaqah cuma-cuma?

Dalam hadits Qudsi dari ibnu Asakir, dan Al-Khathib, Allah SWT mewahyukan kepada Daud AS, bahwa ada hamba-hamba tertentu yang diperuntukan baginya derajat tinggi pada hari kiamat. Daud AS bertanya: siapakah dia? Allah mewahyukan, dialah seorang Mu'min yang memenuhi harapan dan keinginan atau permintaan saudaranya, dan suka melakukannya, baik harapan atau permintaan itu berhasil diraihnya ataupun tidak

جاء في الحديث القدسي: «أوحى الله إلى داوود «عليه السلام» إن العبد ليأتي بالحسنة يوم القيامة، فأحكمه بها في الجنة، قال داوود: يا رب ومن هذا العبد؟ قال: مؤمن يسعى لأخيه المؤمن في حاجته، يحب قضاءها، قضيت على يديه أو لم تقض» رواه الخطيب وابن عساكر

Dalam hadits Habibi Muhammad SAW,  yang diriwayatkan Ath-thabrani bahwa rasulullah SAW bersabda, bahwasanya Allah memberikan keutamaan kepada hamba-hamba pilihan Nya yaitu hamba-hamba Nya yang didatangi oleh banyak saudaranya untuk meminta pertolongan, bantuan, uang, waktu, pemikiran, tenaga, dsb. merekalah orang-orang yang pasti selamat dari siksa Allah.

ان لله خلقا خلقهم لحوائج الناس، يفزع الناس اليهم في حوائجهم اولئك الآمنون من عذاب الله» رواه الطبراني

Ibnu Umar RA meriwayatkan dari ayanya dari Rasulullah SAW : siapa yang memenuhi permintaan dan harapan serta hajat saudaranya, lebih baik baginya dari pada i'tikaf sepuluh tahun.

عن ابن عمر رضي الله عنهما وعن ابن عباس ر ضي الله عنهما قال عن النبي صلى الله عليه وسلم «من مشى في حاجة أخيه كان خيراً له من اعتكاف عشر سنين

Semangat dan jangan bosan. Semoga kita bisa memanfaatkan pahala cuma-cuma yang Allah kirimkan, dan semoga kita termasuk hamba-hamba pilihan Nya untuk memenuhi hajat dan harapan saudara kita. 

Selamat berpuasa sahabatku...
A.A.N

Komentar

Postingan populer dari blog ini

TURATS

Syekh Ali Jum'ah berkata: Tujuan utama kita mempelajari atau mengkaji ilmu, pemikiran, dan semua yang dilahirkan oleh para ulama sebelum kita (turats), bukan hanya untuk sekedar menghafal dan mengulangnya saja, hingga perjalanan ilmu ini terhenti pada kita. Namun tujuan utama kita mengkaji turats adalah untuk mendapatkan serta menyerap metodologi, kaidah, dan alat-alat yang ada pada khazanah turats ini. Agar kita mampu melanjutkan perjalanan dan bangunan ilmu mereka. Kami tekankan lagi bahwa metode dan cara pikir, merupakan hal utama yang harus kita ambil dari turats ini. Kita tidak harus terlalu fokus mendalami detail permasalahan-permasalahan yang mereka bahas. Namun kita harus mengerti cara mereka berpikir, demi kebaikan zaman mereka. Hal ini akan mengantarkan kita kepada: 1. Sumber (dalil) penelitian, 2. Tata cara penelitian, 3. Kriteria seorang peneliti. Inilah yang kemudian dijadikan metodologi ilmiah modern oleh Roger Bacon. Padahal sebenarnya 3 hal ini merupakan uns...

Pacar sewaan

Hebat ya masa kini,  hanya satu jam bagi pemula saja bisa menghasilkan 500.000. Apalagi yang expert,  rate nya Kisaran 25.000.000 per jam Hanya dengan menjadi PACAR SEWAAN Begitu mudah ya menghasilkan uang dgn modal KEBOHONGAN.  Lalu dimana karamah,  izzatul nafsi,  ash shidqi, al amanah, halal haram?  Bukankah bohong itu harus ditebus dengan kaffarah?  Bukankah rasulullah saw bersabda لا تكذب " jangan sekali Kali kamu berbohong" ?  Bukan hanya karena PACAR SEWAAN itu sedang marak,  trendy,  dan sgt menjanjikan penghasilan yg melimpah per hari,  lantas kita boleh gunakan sebagai alat berniaga.  Islam sudah jelas mengatur kehidupan ummatnya.  Masih banyak perkerjaan lain walau penghasilan nya minim dibandingkan PACAR SEWAAN tapi di mata Allah sungguh mulia dan di ridhai.  Ada yg berpendapat bahwa itu sama saja dgn biro jodoh,  ada juga yg melihat nya dr kacamata plus mi...

Manfaat Mempelajari Ekonomi Islam

BAB I PENDAHULUAN A. Latar Belakang Ekonomi  Syariah  merupakan  ilmu   pengetahuan  social   yang  mempelajari       masalah-masalah ekonomi rakyat yang di ilhami oleh  nilai-nilai  islam.  Ekonomi                syariah   berbeda   dari  kapitalisme,  sosialisme,  maupun   negara   kesejahteraan       (Welfare State).  Berbeda dari  kapitalisme  karena  Islam  menentang  eksploitasi        oleh  pemilik  modal  terhadap  buruh  yang  miskin,  dan  melarang  penumpukan       kekayaan.  Selain  itu,  ekonomi  dalam   kaca  mata  Islam   merupakan   tuntutan ...