Langsung ke konten utama

POLA PERCAKAPAN 8

Pola percakapan ini untuk menyatakan suatu hal yg harusnya ada atau terjadi

Semestinya : من المفترض

Contoh

من المفترض ان يكون قد وصل الآن
Semestinya dia sudah sampai sekarang

من المفترض أن يتصل بي ويسأل عن حالي
Semestinya dia meneleponku dan menanyakan keadaanku

من المفترض أن تمارسوا ما درستم من اللغه العربيه
Semestinya kalian mempraktekkan bahasa Arab yang sudah kalian pelajari

من المفترض أن تكون معي في مثل هذه الأوقات الصعبه
Semestinya kamu ada di sisiku di saat-saat sulit seperti ini.

من المفترض ألا أقول هذا لك
Semestinya aku tidak mengatakan ini kepadamu

من المفترض أن يكون قد تخرجت هذه السنه
Semestinya saya sudah lulus tahun ini.

انا أحبك هذا المفترض أن يقوله لي
Aku mencintaimu, ini Yang Semestinya iya katakan kepadaku

أما هذا العدوان السياسي فمن المفترض ألا يقع بيننا
Permusuhan politik ini semestinya tidak terjadi di antara kita

Semoga bermanfaat 
A.A.N

Komentar

Postingan populer dari blog ini

Hidup itu Indah

Hidup itu adalah sebuah evaluasi dimana kita harus bisa mengisi kehidupan ini dengan segala perbuatan baik sebaik-baiknya untuk bekal kita di akhiran nanti. Banyak orang bilang kalau rumput tetangga itu lebih hijau, Maka dari itu jadikanlah rumput tetangga tersebut sebagai motivasi. Kedewasaan seseorang bukan di ukur dari usianya, melainkan dari cara berfikir yang bijak dan dapat membedakan mana yang baik juga mana yang buruk. Berfikirlah positif dalam menjalani semua perbuatan, selagi kita tidak berbuat kejahatan. Jadilah diri sendiri dan jadikan kekurangan yang ada pada diri kita sebuah kelebihan. Dengan mensyukuri nikmat yang telah diberikan kepada kita  oleh Allah, maka akan lebih banyak rizki dan keberkahan yang kita dapat. Kesuksesan adalah perjalanan bukan tujuan akhir (succes is journey not a destination) Harta itu sebuah jembatan dalam kehidupan bukan tujuan hidup kita dan kehidupan itu sebuah ujian bukan pujian Bahagialah orang yang mengetahui dan dapat mencintai...

TURATS

Syekh Ali Jum'ah berkata: Tujuan utama kita mempelajari atau mengkaji ilmu, pemikiran, dan semua yang dilahirkan oleh para ulama sebelum kita (turats), bukan hanya untuk sekedar menghafal dan mengulangnya saja, hingga perjalanan ilmu ini terhenti pada kita. Namun tujuan utama kita mengkaji turats adalah untuk mendapatkan serta menyerap metodologi, kaidah, dan alat-alat yang ada pada khazanah turats ini. Agar kita mampu melanjutkan perjalanan dan bangunan ilmu mereka. Kami tekankan lagi bahwa metode dan cara pikir, merupakan hal utama yang harus kita ambil dari turats ini. Kita tidak harus terlalu fokus mendalami detail permasalahan-permasalahan yang mereka bahas. Namun kita harus mengerti cara mereka berpikir, demi kebaikan zaman mereka. Hal ini akan mengantarkan kita kepada: 1. Sumber (dalil) penelitian, 2. Tata cara penelitian, 3. Kriteria seorang peneliti. Inilah yang kemudian dijadikan metodologi ilmiah modern oleh Roger Bacon. Padahal sebenarnya 3 hal ini merupakan uns...

Istana Fakir Miskin

Pada tahun 1174 M, yaitu pada masa pemerintahan khalifah Nuruddin az-Zinky, dimana beliau terkenal dengan langkah-langkahnya yang teramat lembut dan bijaksana... Beliau memikirkan hal ihwal fakir miskin yang sangat membutuhkan kesegaran jasmani dan rohani, dimana mereka akan tertekan secara rohani bila melihat saudara muslimin yang kaya sedang jalan-jalan dan menghabiskan uang untuk hal-hal yang tidak bermanfaat , sedangkan mereka teramat membutuhkan hal demikian. Akhirnya sang khalifah romantis ini, memutuskan untuk membangun Istana yang dikhususkan untuk fakir miskin, dimana terdapat didalamnya taman luas dihiasa tanaman bunga, kolam pemancingan, tempat yang disediakan khusus memanah, tempat untuk berkuda, dan tempat bermain untuk anak-anak. Dalam istana tersebut, beliau membangun segala macam rekreasi yang mungkin dirindukan oleh para fakir miskin. Modal pembangunan istana tersebut dari hasil keuntungan negara yang tersisa setelah perencanaan pembangunan dsb. Setelah selesai pe...