Pada tahun 1174 M, yaitu pada masa pemerintahan khalifah Nuruddin az-Zinky, dimana beliau terkenal dengan langkah-langkahnya yang teramat lembut dan bijaksana...
Beliau memikirkan hal ihwal fakir miskin yang sangat membutuhkan kesegaran jasmani dan rohani, dimana mereka akan tertekan secara rohani bila melihat saudara muslimin yang kaya sedang jalan-jalan dan menghabiskan uang untuk hal-hal yang tidak bermanfaat , sedangkan mereka teramat membutuhkan hal demikian.
Akhirnya sang khalifah romantis ini, memutuskan untuk membangun Istana yang dikhususkan untuk fakir miskin, dimana terdapat didalamnya taman luas dihiasa tanaman bunga, kolam pemancingan, tempat yang disediakan khusus memanah, tempat untuk berkuda, dan tempat bermain untuk anak-anak.
Dalam istana tersebut, beliau membangun segala macam rekreasi yang mungkin dirindukan oleh para fakir miskin.
Modal pembangunan istana tersebut dari hasil keuntungan negara yang tersisa setelah perencanaan pembangunan dsb.
Setelah selesai pembangunan istana tersebut, beliau membuka lembaga khusus mengurus masalah pendaftaran fakir miskin yang hendak berekreasi dan menginap di istana tersebut, menyediakan segala perlengkapan yang dibutuhkan dan yang mungkin akan dibutuhkan, menjadwalkan waktu bagi masing-masing keluarga miskin agar tetap terjaga kehormatan kelurga yang sedang bermalam. mengurus dan memperbaiki kerusakan yang akan timbul akibat kunjungan-kunjungan yang berulang.
..
Indah bukan.... Adakah dimasa kini presiden, raja,sultan, melakukan demikian, atau sekedar memikirkannya....
sesungguhnya kita merupakan ummat yang paling mulia dan paling kuat di muka bumi ini, kalu saja para pemimpin melakukan 1/1000 langkah yang pernah dilakukan para khalifah terdahulu, pastinya negeri ini akan menjadi negeri yang makmur, adil, dan berwibawa.
wallahu a'lam
Syekh Ali Jum'ah berkata: Tujuan utama kita mempelajari atau mengkaji ilmu, pemikiran, dan semua yang dilahirkan oleh para ulama sebelum kita (turats), bukan hanya untuk sekedar menghafal dan mengulangnya saja, hingga perjalanan ilmu ini terhenti pada kita. Namun tujuan utama kita mengkaji turats adalah untuk mendapatkan serta menyerap metodologi, kaidah, dan alat-alat yang ada pada khazanah turats ini. Agar kita mampu melanjutkan perjalanan dan bangunan ilmu mereka. Kami tekankan lagi bahwa metode dan cara pikir, merupakan hal utama yang harus kita ambil dari turats ini. Kita tidak harus terlalu fokus mendalami detail permasalahan-permasalahan yang mereka bahas. Namun kita harus mengerti cara mereka berpikir, demi kebaikan zaman mereka. Hal ini akan mengantarkan kita kepada: 1. Sumber (dalil) penelitian, 2. Tata cara penelitian, 3. Kriteria seorang peneliti. Inilah yang kemudian dijadikan metodologi ilmiah modern oleh Roger Bacon. Padahal sebenarnya 3 hal ini merupakan uns...
Komentar
Posting Komentar
Terimakasih untuk komentar anda