Sahabat, Rujukan di dalam memahami al-Kitab dan as-Sunnah adalah nash-nash yang menjelaskannya, juga pemahaman Salafush Shalih dan imam-imam yang mengikuti jalan mereka. Dan apa yang telah pasti dari hal itu, tidak dipertentangkan dengan kemungkinan-kemungkinan (makna) bahasa. Alquran dan as-Sunnah, keduanya merupakan wahyu Allah Subhanahu wa Ta’ala. Sehingga, di antara keduanya sama sekali tidak terdapat pertentangan di dalamnya. Oleh karena itul, cara memahami al-Kitab dan as-Sunnah ialah dengan nash-nash al-Kitab dan as-Sunnah itu sendiri. Karena yang paling mengetahui maksud suatu perkataan, hanyalah pemilik perkataan tersebut. Para ulama menyebutkan kaidah di dalam memahami dan menafsirkan Alquran sebagai berikut: 1. Menafsirkan Alquran dengan Alquran 2. Menafsirkan Alquran dengan as-Sunnah 3. Menafsirkan Alquran dengan perkataan-perkataan para sahabat 4. Menafsirkan Alquran dengan perkataan-perkataan para tabi’in 5. Menafsirkan Alquran dengan bahasa Alquran dan as-Sunnah...
Catatan & Opiniku