Langsung ke konten utama

Postingan

Kursi sekolah

Para ortu di beberapa daerah berebutan kursi sekolah dan bahkan sampai sekolah subuh agar dapat kursi yang diinginkan untuk anak-anaknya... Hmmm... Apa ini? Mestinya kursi sekolah adalah wewenang guru dan civitas akademika di sekolah, bukan wewenang wali murid, apalagi kalau berebutan begini, seakan mengajarkan anaknya agar kelak harus berebutan supaya bisa dapat apa yang diinginkan.. Guru dan civitas akademika yang berwewenang penuh mengatur siswa siswi di sekolah, merekalah orangtua bagi anak2 kita saat sekolah, dan mereka yang bertanggung jawab penuh pada  jam2 sekolah. Orang tua yang saya hormati, percuma mengajarkan anak untuk berprilaku baik, sopan, tertib, berakhlak, dan seterusnya, kalau kita tidak memperaktekan itu... Belajarlah menempatkan diri dengan elegan, sehingga anak kelak menjadi smart moslim yang elegan pula, kita bukanlah di pasar, budaya tertib adalah ajaran Islam, budaya menghormati wewenang dan tanggung jawab pihak lain adalah ajaran Islam. Saya ingat ...

Lebih Baik Dengan Puasa

Sebagai manusia kita tentu diciptakan dengan berbagai sifat, karakter yang berbeda-beda, dan diantara satu karakter dan lain nya terdapat kesamaan ataupun berbedaan.  Mengubah karakter seseorang mungkin menjadi hal tersulit bagi seorang guru ataupun orang tua, namun hal itu tidak berlaku di bulan Ramadhan. Ramadhan yang dijalankan oleh ummat Islam ini, mampu mengubah karakter seseorang yang benar-benar menjalani nya dengan sungguh-sungguh kepada sifat dan karakter yang lebih baik, lebih berkualitas secara pribadi dan sosial Di dalam badan kita Allah menjadikan qalb  atau  jantung, bahkan lebih spesifik lagi yaitu hati nurani sebagai pengontrol seluruh akivitas, baik tingkah laku, pikiran dan tindakan, dan  inilah yang menjadi objek pembangunan karakter manusia melalui ibadah puasa. Puasa mengajarkan kita hal yang sangat dahsyat. yaitu kejujuran pada diri sendiri. Sesuatu yang sejatinya halal, menyenangkan dan juga dibutuhkan akan berubah menjadi haram, dijauhi da...

Ramadhan

Sebelum nya, kita semua sudah paham bahkan hapal keutamaan bulan suci Ramadhan, dan juga sudah sangat hapal mengenai pahala2 yang mengalir tanpa batas di bulan mulia ini.   Namun tidak banyak dari kita yang lupa, bahwa Ramadhan adalah bulan yang mendidik, utamanya mendidik akhlak dan perilaku individu dalam menjalankan keseharian nya baik dalam bulan Ramadhan maupun setelahnya. Mari kita lihat realita jalanan saat berpuasa, apakah berubah? Menjadi lebih baik? Atau lebih buruk? Bulan suci ini selain menjanjikan pahala yang berlipat ganda dari segi ibadah rohaniah nya, namun juga menjanjikan pahala yang tidak kalah menarik dari segi ibadah sosialnya.  Ramadhan adalah bulan pemberian, bukan saja sekedar memberi makan tetapi tetap menghunjing, bukan juga memberikan zakat di akhir Ramadhan (yang sama2 kita ketahui bahwa hukumnya wajib) yang mau atau tidak harus ditunaikan, dan bukan juga dengan bermaaf2an lantas menjadi mulia. Sesungguhnya Ramadhan datang untuk mendidik ak...

Pohon

Sahabat, Sering kita jumpai pohon dimana-mana, khususnya di daerah tropis seperti Indonesia kita tercinta. Pohon dengan kesejukannya memberikan banyak manfaat, selain membersihkan udara dari racun-racun yang melekat, juga dapat memberikan keteduhan saat teriknya matahari, dan tentunya masih banyak lagi manfaat pohon ciptaan Allah Yang Maha Esa. Lalu bagaimana dengan kita, apakah kita termasuk pohon yang memberikan banyak manfaat? Memiliki banyak buah, apakah buah yang kita hasilkan segar, manis, dan enak dikenang? Sudah menjadi garisNya (sunatullah) di muka bumi ini, bahwasanya setiap hubungan memiliki dua sisi yang kita kenal dengan sebutan take and give. Take and give ini akan selalu ada diantara dua manusia, baik itu suami istri, ibu dan anak, murid dan guru, teman kerja, teman sekolah,bahkan penjual dan pembeli. Tidak ada yang akan keluar dari garis ketentuan Allah ini. Semua berhak mendapatkan dan berkewajiban memberi. كن مثمرا jadila...

Telanjang

Telanjang Sebagaimana biasanya,  saya selalu mengecek profile sahabat2 yang meminta pertemanan saya,   dan seperti biasa,  selalu saya tolak yang tidak menampilkan foto asli,  latar belakang,  dan postingan nya tidak jelas.  Tapi ada fenomena menarik yang saya temui khususnya laki2. Tidak jarang saya temukan foto mereka telanjang dada..  Dan tentu mereka tidak layak saya terima sebagai teman.  Alasan saya menolak pertemanan ini,  bukan karena mereka telanjang dada dan berpose nyeleneh,  dan bukan juga karena saya tidak tau batasan aurat laki2 dari mana sampai mana -walau itupun khilafiyah-,  bukan juga karena saya berlagak alimah dan suci.  Tapi ada pandangan lebih dalam dari sesosok laki2 yang dengan bangga menampakkan bulu dadanya,  yaitu CERMIN AKHLAK DAN ETIKA.  Sahabat, Ketika kita berteman dan membuka sebagian diri di dunia maya,  tentu kita akan bertemu dengan banyak orang,  dimana di dalamn...

SOFAKU

Al kisah Beberapa hari lalu saya mau jual sofa lama yang saya iklankan di OLX.  Alhamdulillah banyak sekali peminat,  karena selain sofanya kondisi masih bagus harga yang saya tawarkan juga cukup konpetitif dgn penjual lain.  Intinya,  ada 2 pembeli peroiritas yang datang ke rumah menawarkan harga tertinggi (lebih tinggi dr tawaran saya), bedanya adalah....  Yang pertama datang pada sore hari anak muda,  cantik,  dan pintar bicara.  Tapi hati ini gak bergerak untuk menentukan waktu diangkutnya sofa saya,  saar itu saya sempat bertnya pd diri saya "kenapa ya,  ko rasanya gak sereg? ", dan subhanallah,  Allah langsung menjawab pertanyaan saya.,  ketika dia pamit pulang dia mengatakan begini "kita kan ngumpulin dulu urusan rumah mah belakangan,  nanti kan warisan nya banyak,  hehehhe,  gak nyumpahin ortu sih,  cuma mereka dah sepuh,  bentar lagi dah"  lanjut....  "Ane sih dah itung warisan yan...

IKHLAS

Ikhlas... Ikhlas tapi masih dibicarakan? Ikhlas tapi teringat terus? Ikhlas tapi  diungkit? Ikhlas tapi membanggakan diri? Ikhlas tapi sulit memaafkan?  Apa ikhlas sudah berubah makna?  Sahabat, Ikhlas itu adalah MELUPAKAN. Melupakan perlakuan buruk Melupakan pemberian baik Melupakan kebanggaan diri Melupakan kesalahan org Melupakan pernah memberi Melupakan ucapan fitnah Melupakan dan melupakan...  Inilah hakikat ikhlas.  Ketika memberi,  kita lupa bahwa pernah memberi,  ketika disakita,  kitapun lupa bhwa org itu pernah menyakiti,  jangan terbawa suasana hati dan mengungkit2 pemberian kita, atau kesalahan org lain,  apalagi sampai membanggakan diri....  Ikhlas ya LUPA,  dan tidak akan berubah makna. Salam.  A. A. N