Langsung ke konten utama

BERGAUL YUK

Ramadham #8

Sahabat,
Dalam bergaul dengan orang lain kita sudah memiliki panduan dari Al Qur'an dan Sunnah, mari berusaha mengikutinya yuk

1. Perhatikan perasaan orang lain dan hormatilah, jangan menghina atau memandang mereka cacat, mencela dan memanggil dengan julukan jelek. (al-Hujurat : 11).

2. Jagalah dan perhatikan kondisi orang, mengenali karakter dan akhlaq mereka, lalu bergaul dengan mereka, masing-masing dengan sepantasnya dan ahlaq sebaik-baiknya. (Al-Bukhari: 6035, Ahmad: 6468, Tirmidzi: 1975, 3421, Muslim: 771)

3. Tempatkan orang sesuai kedudukannya dan masing-masing beri haknya dan hargailah.

4. Perhatikan, kenalilah keadaan dan kondisi mereka, jadi peka terhadap mereka dan tanyakan selalu kabar mereka serta jagalah baik-baik rahasia mereka. (Tirmidzi: 1959, Abu Dawud: 4868, Ahmad: 14820, Bukhari: 6289, Muslim: 2482).

5. Tawadhu’lah kepada orang lain dan jangan merasa lebih tinggi atau takabbur dan bersikap angkuh terhadap mereka. (Muslim: 2865, Abu Dawud: 4895, Ahmad: 8782, Tirmidzi: 2029, Malik 1885, Ad Darimi: 1676, Ibn Majah: 4179.

6. Tersenyumlah ketika bertemu orang lain dengan bermuka manis dan lapang dada. (Tirmidzi: 1964, 3551, Abu Dawud: 1510, 4790, Ahmad: 1998 Ibn majah: 3820).

7. Berbicaralah dan sampaikan pesan sesuai dengan kemampuan akal mereka.

8. Berbaik sangka kepada orang lain, jauhi sifat iri, dengki, hasud, maupun adu domba. Bukhri: 6058,6065,5052, Muslim: 2526, 815, 2559 Ahmad: 7296,4905,11663 Tirmidzi: 2025, 1935, 1936, Abu Dawud 4872, 4910, Malik: 1864, 1682, 1684, 1885.

9. Ma’afkan kekeliruan mereka dan jangan mencari-cari kesalahan mereka atau mengada-ada kesalahan mereka, serta tahanlah rasa benci. (As Syura: 37,40, Ali Imran: 134) Tirmi-dzi: 2021, 2029, Ahmad: 15210, 7165, Malik: 1885, Abu Dawud: 4777, Ibn Majah: 4186, Ad Darimi: 1676.

10. Dengarlah keluh kesah mereka dan hindari perdebatan serta berbantah-bantahan ketika mendengarkan.

11. Janganlah menyebut-nyebut pemberianmu kepada mereka (al-Baqarah: 262)

12. Jagalah selalu perdamaian dan kemesraan meskipun dengan merekayasa atau mengkondisikannya (HR. Tirmidzi: 2509, 1938, Abu Dawud: 4920, 4962, Al-Bukhari: 2692, Muslim: 2692, Ahmad: 17824, 26727, 26962).

Selamat melaksanakan Qiyam al Lail
A.A.N

Komentar

Postingan populer dari blog ini

TURATS

Syekh Ali Jum'ah berkata: Tujuan utama kita mempelajari atau mengkaji ilmu, pemikiran, dan semua yang dilahirkan oleh para ulama sebelum kita (turats), bukan hanya untuk sekedar menghafal dan mengulangnya saja, hingga perjalanan ilmu ini terhenti pada kita. Namun tujuan utama kita mengkaji turats adalah untuk mendapatkan serta menyerap metodologi, kaidah, dan alat-alat yang ada pada khazanah turats ini. Agar kita mampu melanjutkan perjalanan dan bangunan ilmu mereka. Kami tekankan lagi bahwa metode dan cara pikir, merupakan hal utama yang harus kita ambil dari turats ini. Kita tidak harus terlalu fokus mendalami detail permasalahan-permasalahan yang mereka bahas. Namun kita harus mengerti cara mereka berpikir, demi kebaikan zaman mereka. Hal ini akan mengantarkan kita kepada: 1. Sumber (dalil) penelitian, 2. Tata cara penelitian, 3. Kriteria seorang peneliti. Inilah yang kemudian dijadikan metodologi ilmiah modern oleh Roger Bacon. Padahal sebenarnya 3 hal ini merupakan uns...

Pacar sewaan

Hebat ya masa kini,  hanya satu jam bagi pemula saja bisa menghasilkan 500.000. Apalagi yang expert,  rate nya Kisaran 25.000.000 per jam Hanya dengan menjadi PACAR SEWAAN Begitu mudah ya menghasilkan uang dgn modal KEBOHONGAN.  Lalu dimana karamah,  izzatul nafsi,  ash shidqi, al amanah, halal haram?  Bukankah bohong itu harus ditebus dengan kaffarah?  Bukankah rasulullah saw bersabda لا تكذب " jangan sekali Kali kamu berbohong" ?  Bukan hanya karena PACAR SEWAAN itu sedang marak,  trendy,  dan sgt menjanjikan penghasilan yg melimpah per hari,  lantas kita boleh gunakan sebagai alat berniaga.  Islam sudah jelas mengatur kehidupan ummatnya.  Masih banyak perkerjaan lain walau penghasilan nya minim dibandingkan PACAR SEWAAN tapi di mata Allah sungguh mulia dan di ridhai.  Ada yg berpendapat bahwa itu sama saja dgn biro jodoh,  ada juga yg melihat nya dr kacamata plus mi...

Manfaat Mempelajari Ekonomi Islam

BAB I PENDAHULUAN A. Latar Belakang Ekonomi  Syariah  merupakan  ilmu   pengetahuan  social   yang  mempelajari       masalah-masalah ekonomi rakyat yang di ilhami oleh  nilai-nilai  islam.  Ekonomi                syariah   berbeda   dari  kapitalisme,  sosialisme,  maupun   negara   kesejahteraan       (Welfare State).  Berbeda dari  kapitalisme  karena  Islam  menentang  eksploitasi        oleh  pemilik  modal  terhadap  buruh  yang  miskin,  dan  melarang  penumpukan       kekayaan.  Selain  itu,  ekonomi  dalam   kaca  mata  Islam   merupakan   tuntutan ...