Langsung ke konten utama

Asah Hati Yuk

RAMADHAN #9

Sahabat, 

Bila kita mencintai, maka sang kekasih yg akan selalu kita cari,  dan juga banyak mengingatnya. Yang ini tidak perlu lagi dicari, sudah ada dalam diri kita masing-masing. Keislaman dan keimanan sudah tertanam sejak kita masih menjadi benih yg belum diciptakan, ketika Allah mengambil sumpah kita yaitu hanya Dia lah Allah al Ahad, kesaksian ini telah tertanam dalam diri kita, kesaksian inilah yang membawa kita sekarang mengakui kelemahan dan kehambaan kita kepada Nya. Maka tidak perlu lagi dicari, namun masih perlu diingat, diingat dan diingat. 

Mengingat Allah dengan banyak menyebutnya melalui sifat dan nama-nama Nya, mengingat Allah dengan banyak berbincang-bincang dengan nya, malalui shalat dan doa. 

Redaksi zikir kepada Allah banyak dan tujuan utamanya adalah mengingat sang kekasih. Allah tidak menyebutkan orang yang banyak shalat, orang yang banyak puasa, orang yang banyak sedekah, dsb. Hanya menyebutkan orang-orang yang banyak berzikir (mengingat) Allah, maka mereka akan diberi maghfirah dan balasan yang berlipat-lipat. 

Mengingat Nya tidak saja setelah shalat, atau dalam menghadapi kesulitan saja, tidak juga ketika menginginkan sesuatu, tidak juga dengan bibir yang gerak-gerak atau dengan tasbih di tangan yang berputar-putar, tidak juga dengan menyendiri berjam-jam untuk menyelesaikan wirid seakan2 beban yang harus tuntas.  Semua itu adalah cara, namun kalau cara-cara ini gak ditempuh berarti gak bisa zikir? Lho kata siapa? Zikir (mengingat) Allah dengan tahlil, tasbih, takbir, tahmid, bahkan dengan wiridan lain apa gak bisa sambil berjalan? Apa gak bisa sambil duduk bersama keluarga? Apa gak bisa di tempat kerja atau pulang kerja ketika berkendara? Apa gak bisa sambil berbincang-bincang dengan sahabat? Apakah harus dengan bibir naik turun? Nah.... sesungguhnya zikir itu ada dalam hati kita semua, hanya tinggal kita asah dan optimalkan waktu agar hati tetap berzikir walaupun tanpa tasbih, tidak menghadap kiblat, tidak menyendiri, tidak lepas shalat, walaupun sedang macet, sedang ngobrol asik bersama kawan... dsb.

Wiridan juga  bisa diselesaikan tanpa harus bersemedi 2-3 jam seakan menyelesaikan PR yang berat, sesungguhnya Allah tidak memberatkan hamba Nya, tapi kita yang memberatkan diri kita, bisa ko dilakukan sambil berjalan, mengemudi, memasak, berolah raga, bermain bersama keluarga, dan rasanya pun akan lebih nikmat. 

واذكروا الله كثيرا لعلكم تفلحون 
(Banyak lah mengingat Allah supaya kalian beruntung), tanpa syara apa pun, 

والذاكرين الله كثيرا 
( dan mereka yang banyak mengingat Allah) , tanpa syarat. 
 
Janganlah menjadi bagai orang munafik yang jarang mengingat Allah, atau hanya mengingatnya dengan kondisi-kondisi yang dibuat-buat atau kondisi yang menimpanya. 
 ( لا يذكرون الله إلا قليلاً ).
Yuk, mari bersama kita asah hati ini, agar selalu menyebut Nya.  :) 
Selamat menjalankan Qiyamul lail, semoga kita semua mendapatkan rahmat Nya dan 'Afu Nya.

A.A.N

Komentar

Postingan populer dari blog ini

TURATS

Syekh Ali Jum'ah berkata: Tujuan utama kita mempelajari atau mengkaji ilmu, pemikiran, dan semua yang dilahirkan oleh para ulama sebelum kita (turats), bukan hanya untuk sekedar menghafal dan mengulangnya saja, hingga perjalanan ilmu ini terhenti pada kita. Namun tujuan utama kita mengkaji turats adalah untuk mendapatkan serta menyerap metodologi, kaidah, dan alat-alat yang ada pada khazanah turats ini. Agar kita mampu melanjutkan perjalanan dan bangunan ilmu mereka. Kami tekankan lagi bahwa metode dan cara pikir, merupakan hal utama yang harus kita ambil dari turats ini. Kita tidak harus terlalu fokus mendalami detail permasalahan-permasalahan yang mereka bahas. Namun kita harus mengerti cara mereka berpikir, demi kebaikan zaman mereka. Hal ini akan mengantarkan kita kepada: 1. Sumber (dalil) penelitian, 2. Tata cara penelitian, 3. Kriteria seorang peneliti. Inilah yang kemudian dijadikan metodologi ilmiah modern oleh Roger Bacon. Padahal sebenarnya 3 hal ini merupakan uns...

Ekonomi Islam= Ekonomi Sederhana

Pilar utama ekonomi yang disebutkan Tuhan dalam firman-Nya, yaitu jual-beli, mengindikasikan kesederhanaan bentuk sistem ekonomi dalam Islam. Jual-beli menjadi pedoman atau referensi pengembangan ekonomi dengan semua aktifitasnya. Jual-beli bahkan harus menjadi acuan atau ukuran dalam menilai konsistensi ekonomi dalam menjalankan prinsip-prinsip Islam. Jual-beli menjadikan warna ekonomi begitu sederhana. Bahwa ekonomi harus bermuara pada aktifitas jual-beli, termasuk aktifitas pendukung ekonomi di sektor keuangan; investasi, menjadikan ekonomi tidak rumit dan kompleks. Bagi  yang tidak suka berpikir rumit, mengenali transaksi ekonomi Islam mudah saja, lihat akhir transaksi, apakah ada jual-beli di ujung aktifitasnya. Kompleksitas terjadi di perekonomian modern, karena ekonomi tidak concern terhadap underlying transaksi ekonomi. Ekonomi modern hanya memperhatikan prosesi-prosesi dan outlet-oulet "how make money more money". Akhirnya menggunakan konsep bunga dan spekulasi ino...

Hak seorang istri

Sesungguhnya Islam adalah agama yang adil, mulia dan menyamakan hak. Islam telah menjamin hak para wanita, sebagaimana dia menetapkan padanya beberapa kewajiban. Dan Allah telah 'Azza Wajalla telah menentukan bagi suami dan istri hak dan kewajiban masing-masing. Allah Subhanahu Wata'ala berfirman : “Dan para wanita mempunyai hak yang seimbang dengan kewajibannya menurut cara yang ma'ruf”. (Albaqarah : 228) Diantara hak-hak istri pada suaminya adalah sebagai berikut : 1. Ridho istri terhadap suaminya Seorang gadis berhak untuk melihat orang yang datang melamarnya. Diantara haknya juga adalah menerima atau menolak. Jika ia janda, ia tetap mendapatkan hak ini juga. Sebagaimana sabda Rasulullah Sallallahu 'Alahi Wasallam : “Tidak boleh menikahkan seorang janda hingga ia diminta persetujuannya dan tidak boleh dinikahkan seorang gadis hingga diminta izinnya. Mereka bertanya : “ Ya Rasulullah, bagaimana izinnya? Rasulullah menjawab : “ Dia diam”. (HR.Bu...