Langsung ke konten utama

Ramadhan #5 Cinta

Sahabat, 
Cinta merupakan hal terindah dalam hidup manusia, cinta adalah motifasi diri, cinta memberi ketenangan dan harapan, cinta adalah kunci kebahagiaan. 

Cinta dengan banyak definisi  bisa kita rangkum dalam kata syair berikut

الحب هو ان اجدك دون ان اضطر للنداء
الحب هو ان يسبق سؤالك حاجتي
الحب هو ان تعطي لأنك تريد لا لأنني أريد

Cinta itu ketika engkau selalu ada tanpa harus ku panggil
Cinta itu ketika perhatianmu meliputiku tanpa harus kubutuhkan
Cinta itu ketika engkau memberi karena keinginanmu, bukan karena keinginanku

Cinta memang hal yang indah, mewarnai segala aspek kehidupan kita, cinta orang tua, anak, suami/istri, teman, tetangga, sahabat, dst. Tapi, adakah cinta yang mereka berikan sesuai dengan ketiga bait syair itu? 

Cinta manusia adalah cinta yang dipenuhi dengan berbagai macam kekurangan, hari ini ada besok tiada, hari ini penuh perhatian besok cuek, hari ini menyapa besok terlupakan, hari ini merasakan besok harus ditunggu, hari ini memberi besok harus ditagih. Tidak ada cinta yang sempurna, kita adalah manusia. 

Cinta manusia dipengaruhi oleh banyak faktor duniawi, cantik/ganteng, pintar, putih/hitam, lurus/kriting, baik/jahat, suka memberi, kaya/miskin, egois, pengertian, oportunis, perhatiaan, emosional, keras kepala, gemuk/kurus, dan masih banyak lagi yang tidak kunjung berakhir. Akan kita temukan 1 sifat dan kehilangan yang lain nya atau 2 sifat dan kehilangan sisanya. Maka tidak sempurna. 

Ketika kita meresapi bait demi bait dalam syair ini, maka akan kita temukan bahwakesempurnaan cinta dan sesuai dengan kriteria di atas hanyalah Allah dan Rasul Nya. Bagaimana tidak? sedangkan cinta mereka terhadap kita memenuhi ketiga kriteri ini. 

Allah memberi tanpa diminta, Allah ada dan lebih dekat dari urat nadi kita tanpa harus dipanggil. Allah menyayangi dan perduli pada kita tanpa harus adanya kebutuhan dari kita. Allah melndungi kita, menjaga kita, mencintai dan menyayangi kita.  

Rasulullah saw yang mendoakan dan mengkhawatirkan ummatnya, rasul yang akan berdiri mendampingi  setiap muslim ketika dihadapan Allah nanti, rasul yang enggan masuk surga sebelum seluruh ummatnya dinyatakan di surga, rasul yang ketika nyawanya ditarik perlahan masih menangis dan meminta agar janganlah ummatnya merasakan sakit seperti ini, rasul yang menunggu kita dengan penuh kerinduan, rasul yang akan memberi minum dari tangannya.

Siapa yang akan mencintai kita seperti ini?. Maka tidak heran bila perintahnya saw: 
ثلاث من كن فيه وجد بهن حلاوة الإيمان: أن يكون الله ورسوله أحب إليه مما سواهما، وأن يحب المرء لا يحبه إلا لله، وأن يكره أن يعود في الكفر بعد إذ أنقذه الله منه كما يكره أن يقذف في النار

Tiga Perkara yang bilamana di asah oleh seseorang, maka akan merasakan indahnya cinta (iman) mencintai Allah dan Rasul Nya melebihi cintanya terhadap siapapun, mencintai karena Allah, membenci untuk kembali pada kekufuran setelah diselamatkan oleh Allah dan membenci dilempar di dalam api neraka. 

Manusia tempat baik dan buruk, zalim dan mazlum, loyal dan pelit, suka dan benci. kita akan jatuh beribu kali, dan akan pulih beratus kali, kita akan zalim beribu kali dan mazlum beratus kali, kita akan membenci beribu kali dan mencintai beratus kali. karena ini adalah kita.

Senjata kita hanyalah  USAHA, maka teruslah berusaha untuk menjadi baik, untuk bangkit, untuk memahami, untuk memaafkan, untuk memberi, untuk menerima, untuk membuka hati, untuk selalu yakin akan Cinta Allah dan Rasul Nya terhadap kita.

Selamat melanjutkan ibadah puasa
A.A.N

 
 


Komentar

Postingan populer dari blog ini

TURATS

Syekh Ali Jum'ah berkata: Tujuan utama kita mempelajari atau mengkaji ilmu, pemikiran, dan semua yang dilahirkan oleh para ulama sebelum kita (turats), bukan hanya untuk sekedar menghafal dan mengulangnya saja, hingga perjalanan ilmu ini terhenti pada kita. Namun tujuan utama kita mengkaji turats adalah untuk mendapatkan serta menyerap metodologi, kaidah, dan alat-alat yang ada pada khazanah turats ini. Agar kita mampu melanjutkan perjalanan dan bangunan ilmu mereka. Kami tekankan lagi bahwa metode dan cara pikir, merupakan hal utama yang harus kita ambil dari turats ini. Kita tidak harus terlalu fokus mendalami detail permasalahan-permasalahan yang mereka bahas. Namun kita harus mengerti cara mereka berpikir, demi kebaikan zaman mereka. Hal ini akan mengantarkan kita kepada: 1. Sumber (dalil) penelitian, 2. Tata cara penelitian, 3. Kriteria seorang peneliti. Inilah yang kemudian dijadikan metodologi ilmiah modern oleh Roger Bacon. Padahal sebenarnya 3 hal ini merupakan uns...

Ekonomi Islam= Ekonomi Sederhana

Pilar utama ekonomi yang disebutkan Tuhan dalam firman-Nya, yaitu jual-beli, mengindikasikan kesederhanaan bentuk sistem ekonomi dalam Islam. Jual-beli menjadi pedoman atau referensi pengembangan ekonomi dengan semua aktifitasnya. Jual-beli bahkan harus menjadi acuan atau ukuran dalam menilai konsistensi ekonomi dalam menjalankan prinsip-prinsip Islam. Jual-beli menjadikan warna ekonomi begitu sederhana. Bahwa ekonomi harus bermuara pada aktifitas jual-beli, termasuk aktifitas pendukung ekonomi di sektor keuangan; investasi, menjadikan ekonomi tidak rumit dan kompleks. Bagi  yang tidak suka berpikir rumit, mengenali transaksi ekonomi Islam mudah saja, lihat akhir transaksi, apakah ada jual-beli di ujung aktifitasnya. Kompleksitas terjadi di perekonomian modern, karena ekonomi tidak concern terhadap underlying transaksi ekonomi. Ekonomi modern hanya memperhatikan prosesi-prosesi dan outlet-oulet "how make money more money". Akhirnya menggunakan konsep bunga dan spekulasi ino...

Hak seorang istri

Sesungguhnya Islam adalah agama yang adil, mulia dan menyamakan hak. Islam telah menjamin hak para wanita, sebagaimana dia menetapkan padanya beberapa kewajiban. Dan Allah telah 'Azza Wajalla telah menentukan bagi suami dan istri hak dan kewajiban masing-masing. Allah Subhanahu Wata'ala berfirman : “Dan para wanita mempunyai hak yang seimbang dengan kewajibannya menurut cara yang ma'ruf”. (Albaqarah : 228) Diantara hak-hak istri pada suaminya adalah sebagai berikut : 1. Ridho istri terhadap suaminya Seorang gadis berhak untuk melihat orang yang datang melamarnya. Diantara haknya juga adalah menerima atau menolak. Jika ia janda, ia tetap mendapatkan hak ini juga. Sebagaimana sabda Rasulullah Sallallahu 'Alahi Wasallam : “Tidak boleh menikahkan seorang janda hingga ia diminta persetujuannya dan tidak boleh dinikahkan seorang gadis hingga diminta izinnya. Mereka bertanya : “ Ya Rasulullah, bagaimana izinnya? Rasulullah menjawab : “ Dia diam”. (HR.Bu...